Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2010

Imajiner Doa

Gambar
Doa yang kupanjatkan ketika aq masih bujang : " Yaa Allah beri aku calon istri yang baik, yang sholihah, beri aku istri yang dapat menjadi makmum yang patuh pada aku." Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah : " Yaa beri aku anak yang sholih dan sholihah, agar mereka dapat mendoakan aku ketika nanti aku mati dan menjadi satu amalanku yang tidak pernah putus." Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir : " Yaa Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka disekolah islami yang baik mekipun itu mahal, beri aku rizki untuk itu Ya Allah." Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku sudah mulai sekolah : " Yaa Allah jadikan ia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda." Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku sudah beranjak remaja : " Yaa Allah jadikan anakku bukan pengikut moderenisasi yang menkhawatirkanku, Yaa Allah aq tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibara

Wanita Idaman Menurut Pemuda Sejati

Gambar
Suatu ketika, nafsuku berbisik mengajak berbuat maksiat. Nafsu : “hey anak muda, kapan seorang wanita terlihat lebih cantik di hadapan kedua matamu?” Aku : “kenapa pertanyaannya dikaitkan dengan mata?” Nafsu : “jika aku percaya padamu, apakah kau akan percaya padaku?” Aku : “ ya, insyaAllah….” Nafsu : “ guru besar kami adalah iblis. Dia tukang menjerat pandangan manusia. Pekerjaannya mengkaji sebab-sebab yang menjadikan wanita terlihat lebih cantik dihadapan pria.” Aku : “memangnya kenapa iblis mengkaji itu?” Nafsu : “sebab, dia ingin menemukan jerat-jerat dan cara-cara jitu, yang kemudian akan disebarkan kepada setan-setan dari kalangan jin dan manusia. Guru besar kami ini ingin mencari cara-cara yang mudah dan ampuh, sehingga setiap busur panah yang dilepaskannya tidak menyimpang dari sasaran. Senjata yg digunakannya betul-betul mampu mengenai dua sasaran sekaligus(kaum pria dan wanita). “Nah, sekarang beri tahulah aku, kapan seorang wanita terlihat lebih cantik di h

Instropeksi Diri

Gambar
Hey diriku apa yang kau lakukan terhadap dunia ini?.. Memintarkan diri tapi semakin gak pernah ingin mengerti Mengkayakan diri tapi semakin menjadi rakus Bersolek dan memperbagus wajah tapi semakin sombong Memperkuat diri menjadi gagah tapi semakin beringas Hey diriku, semakin hari semakin tua saja engkau, Setiap hembusan nafas adalah hembusan jatah umurmu yang hilang, Seharusnya, semakin arif engkau berpikir dan bertindak, Tapi, nyatanya engkau semakin rakus dan semakin gila. Sisa umur pun semakin hari semakin berkurang, Seharusnya engkau segera mempersiapkan diri memnghadapi satu hal, Satu hal yang pasti datangnya tidak diragukan lagi. Yaitu kepastian akan datangnya “KEMATIAN”. Tapi apa gerangan yang tidak membuat diri ini takut akan kematian ?.. Apakah terlalu seringnya diri ini melihat orang mati, Atau terlalu berdekatannya diri ini hidup dengan tanah pekuburan?.. Kiranya kilauan dunia yg membuat diri ini tidak ingat bahwa nafas ini pasti terh

Seimbang Bukan Setara

Gambar
Apa yang harus kulakukan disaat semua diam tak ada lagi yang peduli dengan semua ini, mereka hanya peduli dan sibuk tentang diri mereka sendiri. Ku rasakan apa yang tak sebagaimana seharusnya. Ramai tapi ku rasa sedang sendiri, putih serasa hitam. kini ku rasa aku hidup dalam sebuah dunia malam yang kelam tak ada lagi sebuah cahaya yang dulu pernah menyinari hidup ini, mimpi – mimpi gelap yang tak bertepi seakan ingin berontak untuk mencari sebuah cahaya sisa. Tapi jalan yang berliku dan berduri seakan tak memberi sebuah harapan lagi. Bumi kini bukan sebuah tempat tinggal, tapi lebih pasti bisa disebut dengan Arena. ARENA AJANG KEANGKUHAN. HUKUM RIMBA yang kini jadi dasar prinsip mereka. Apa mereka tidak pernah berfikir tentang kelahiran mereka didunia ini, untuk apa mereka diciptakan?... ya, mungkin mereka berfikir tapi itu bukan sebuah pemikiran tapi sebuah keegoisan tentang bagaimana cara untuk menguasai satu sama lain. Dasar manusia – manusia yang berotak dangkal. K

Surat Kultsum bin Umar

Gambar
“Amma ba’du.” Kutulis surat ini untukmu, saat manusia berada dalam samudra ujian. Buta terhadap sesuatu yang dapat membuat mereka lalai. Hanya sedikit orang yang merasa terhibur dengan menempuh jalan ketaatan. Ada yang berkata bahwa orang tertipu adalah yang tertipu agamanya. Karena itu, jagan kau tipu agamamu. Sadari, bahwa sikap waspada terhadap manusia adalah kehadiran akal. Maka waspadailah orang yang menempuh jalan kejahilan, sebab kau tinggal di tengah-tengah mereka. Jangan bergaul dengan mereka. Sebab kau akan menyesal. Uzlah adalah kemuliaan dan perisai, sedang bergaul dengan manusia adalah noda dan nista. Karena pergaulan akan menyebabkan untuk mengikuti mereka. Pahamilah jalan yang kau tempuh. Perhatikan jiwamu laksana perhatian orang cerdas. Dan jangan melalaikannya, sebab kau akan menjadi orang yang tidak beradab. Evaluasi jiwamu setiap hari, karena itulah cara meraih kesuksesan pada hari dimana engkau ingin dekat dengan negeri pemenang. Selamatkanlah dirimu s